El Nino Godzila Incar Berau, Disdamkarmat Pantau Tiga Wilayah Lahan Gambut
2 mins read

El Nino Godzila Incar Berau, Disdamkarmat Pantau Tiga Wilayah Lahan Gambut

KARYAMEDIA, BERAU – Kabupaten Berau kini berada dalam kewaspadaan tinggi menyusul peringatan dini mengenai fenomena iklim ekstrem yang dijuluki sebagai El Nino “Godzilla”. Fenomena ini diprediksi mulai melanda wilayah Kalimantan Timur, termasuk Berau, pada April 2026 dan diperkirakan akan berlangsung hingga Oktober 2026.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Disdamkarmat Berau, Nofian Hidayat menjelaskan, istilah “Godzilla” merujuk pada intensitas El Nino yang sangat kuat dan ekstrem, ditandai dengan kenaikan suhu permukaan laut yang signifikan di Samudra Pasifik. Dampaknya bagi Indonesia adalah musim kemarau yang jauh lebih kering, lebih panas, dan durasi yang lebih panjang dibandingkan rata-rata normal.

“Bisa enam sampai delapan bulan,” tuturnya.

Nofian mengatakan, telah mengeluarkan alarm serius terkait potensi bencana yang dipicu oleh cuaca ekstrem ini, seperti lonjakan titik panas, kekeringan ekstrem. Hal ini diprediksi memicu perekonomian Berau, karena berdampak pada sektor pertanian, perkebunan hingga perikanan.

“Risiko kebakaran jelas di depan mata,” paparnya.

Selain kebakaran pada perumahan, risiko tertinggi terjadi pada hutan dan lahan, mengingat pada 2019 lalu, peristiwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) merajalela. Dikatakan Nofian, ada tiga wilayah rawan terbakar karena masih kawasan gambut. Yakni sebagian Kecamatan Segah, Tanjung Batu dan Tabalar.

“Tiga wilayah ini menjadi fokus kami,” ujar Nofian.

Siagakan Personel

Nofian menjelaskan, menyiagakan sedikitnya 88 personel di seluruh kecamatan untuk merespons cepat setiap laporan munculnya api.

Nofian berharap, agar perusahaan baik dari perkebunan maupun pertambangan, bisa bahu membahu menjaga dan ikut turun tangan apabila terjadi karhutla.

“Tentu tidak bisa bekerja sendiri, semua berperan,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa peran aktif warga adalah kunci utama pencegahan. Masyarakat sangat dilarang melakukan aktivitas pembakaran lahan dalam skala apa pun dan diminta segera melaporkan jika melihat kepulan asap di area hutan atau lahan kosong.

Dengan puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi pada bulan Agustus, kesiapsiagaan bersama diharapkan dapat meminimalisir dampak buruk dari El Nino “Godzilla” ini bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat di Bumi Batiwakkal. (/tim)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *