Seorang ASN di Yahukimo Tewas Ditembak OPM, Aparat Gabungan Lakukan Penyelidikan
2 mins read

Seorang ASN di Yahukimo Tewas Ditembak OPM, Aparat Gabungan Lakukan Penyelidikan

KARYAMEDIA, NASIONAL – Organisasi Papua Merdeka (OPM) berulah di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Selasa (21/4). Akibatnya seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Yahukimo bernama Yones Yohame tewas. Pria berusia 35 tahun itu meninggal dunia dengan luka tembak di dada kanan.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kolonel Infanteri Tri Purwanto menyampaikan bahwa penembakan Yones terjadi pada pukul 20.20 WIT kemarin. Insiden itu terjadi di Komplek Perumahan Eselon III, Distrik Dekai. Atas insiden tersebut, Kodam XVII/Cenderawasih mengimbau masyarakat untuk tetap waspada.

”Saat ini aparat keamanan gabungan, sedang melaksanakan penyelidikan atas kasus ini dan memburu pelaku yang diduga melarikan diri ke hutan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” kata Kolonel Tri dalam keterangan resmi pada Rabu (22/4).

Perwira menengah TNI AD dengan tiga kembang di pundak itu juga meminta masyarakat tenang agar tidak terprovokasi isu yang tidak benar dan provokatif. Pihaknya turut berduka atas meninggalnya Yones. Berdasar informasi, Yones adalah putra daerah asli Yahukimo yang selama ini aktif membantu masyarakat setempat.

”Saya mewakili Kodam XVII/Cenderawasih mengucapkan turut berduka cita kepada keluarga korban dan mengutuk kekejian oleh OPM, yang dengan sengaja menembak warga sipil, sehingga korban meninggal dunia,” ujarnya.

Pasca penembakan, jenazah Yones langsung dibawa ke RSUD Dekai untuk diperiksa. Selanjutnya, jenazah akan dikebumikan. Namun demikian, sampai saat ini aparat keamanan masih menunggu hasil koordinasi dengan keluarga Yones.

Sebelumnya, Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz menyatakan bahwa seorang anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) berinisial OE alias ME tewas setelah ditembak karena melawan saat ditangkap pada Senin sore (20/4) di Kampung Wuyuki, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya.

Berdasar catatan petugas, OE adalah anggota KKB yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) berdasar Surat Nomor: DPO/S-34/04/IV/2024/Reskrim tertanggal 25 April 2024. Dia menjadi DPO setelah terlibat dalam penembakan yang menyebabkan Sertu Anumerta Ismunandar gugur pada 17 Maret 2024 lalu.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Faizal Ramadhani menegaskan, penindakan terhadap DPO tersebut merupakan bentuk komitmen aparat dalam menindak tegas pelaku kejahatan bersenjata di Papua. Pihaknya ingin memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat dari segala bentuk ancaman. (/tim)

SUMBER: Jawa Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *