9 Anak Berkebutuhan Khusus Jadi Korban Guru Ngaji
1 min read

9 Anak Berkebutuhan Khusus Jadi Korban Guru Ngaji

KARYAMEDIA, BERAU – Penyelidikan terbaru mengungkap fakta mencengangkan. Oknum guru ngaji yang mencabuli anak berkebutuhan khusus, bertambah korbannya.

Kanit PPA Satreskrim Polres Berau, Iptu Siswanto mengatakan, tiga korban usianya masih duduk di tingkatan sekolah dasar.

“Sementara ini korban sudah sembilan anak. Adapun aksi cabul kepada tiga korban ini baru-baru ini dilakukan tersangka. Kemungkinan bisa bertambah,” jelasnya, Rabu (13/5).

Dia mengatakan, dari penyelidikan tersangka sudah melakukan aksi cabulnya kepada anak-anak “istimewa” sejak bertahun-tahun lalu.

“Aksi itu dilakukan tersangka sejak bekerja di sekolah itu. Bahkan, dua orang korbannya sudah ada yang lulus,” jelasnya.

Menurut keterangan tersangka, aksi tersebut dilakukan karena rasa kasih sayangnya kepada korban. “Dia mengaku sayang sampai bertindak seperti itu,” jelasnya.

Untuk diketahui, tersangka ini merupakan guru mengaji, dan guru di sekolah yang berada di bawah naungan Pemprov Kaltim. Bahkan, tersangka juga seorang imam di salah satu rumah ibadah di Kecamatan Tanjung Redeb.

Bahkan kabarnya, tersangka juga aktif di berbagai bidang kesenian keagamaan, mulai jadi juri hakim, hingga nasyid. Namun siapa sangka, dari citranya yang dianggap sebagai panutan dan guru, ternyata jadi alat untuk melakukan tindakan asusila.

“Karena perbuatannya ini, tersangka dikenakan undang-undang perlindungan anak dengan ancaman 12 tahun penjara,” pungkasnya. (/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *