Sabun Minyak Kelapa Berau Diproyeksikan Jadi Produk Unggulan, Bupati Minta UMKM Didampingi Serius
1 min read

Sabun Minyak Kelapa Berau Diproyeksikan Jadi Produk Unggulan, Bupati Minta UMKM Didampingi Serius

KARYAMEDIA, BERAU – Potensi minyak kelapa di Kabupaten Berau, dinilai masih terbuka lebar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Melihat peluang tersebut, Bupati Berau Sri Juniarsih meminta Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, memperkuat pembinaan terhadap pelaku UMKM yang mengembangkan sabun berbahan dasar minyak kelapa.

Sri Juniarsih mengatakan, selama ini kelapa yang dihasilkan masyarakat sebagian besar masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah.

Padahal lanjut dia, komoditas tersebut memiliki peluang untuk diolah menjadi berbagai produk turunan, yang memiliki nilai jual lebih tinggi, salah satunya sabun mandi berbahan alami.

“Produk sabun berbahan minyak kelapa tidak hanya memiliki prospek pasar yang baik, tetapi juga berpotensi menjadi identitas produk lokal Berau,” katanya, Kamis (4/6/2026).

Ia menilai, kualitas sabun berbahan dasar minyak kelapa yang telah diproduksi sejumlah pelaku usaha cukup menjanjikan.

Bahkan, produk tersebut dinilai mampu bersaing dengan produk sejenis dari daerah lain jika mendapat dukungan pembinaan yang tepat.

“Potensinya sangat baik dan bisa bersaing,” ujarnya.

Untuk mendorong pengembangan usaha tersebut, Sri Juniarsih meminta, agar Diskoperindag memberikan pendampingan secara menyeluruh kepada pelaku UMKM.

“Mulai dari peningkatan kemampuan produksi, pengemasan produk, pengurusan legalitas usaha hingga perluasan jaringan pemasaran,” paparnya.

Ia menegaskan, langkah tersebut penting agar produk sabun berbahan minyak kelapa dapat diproduksi secara berkelanjutan dan mampu menembus pasar yang lebih luas.

Tak hanya itu, Bupati juga melihat peluang pemasaran yang besar melalui sektor pariwisata.

Menurutnya, hotel, penginapan dan resor yang beroperasi di Berau dapat menjadi pasar potensial bagi produk sabun lokal. Termasuk di kawasan wisata andalan seperti Kepulauan Derawan.

“Harapannya produk lokal bisa digunakan di hotel dan resor di Berau,” pungkasnya. (/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *