Jepang Soroti Peran Vital RI di Selat Malaka, Disamakan dengan Selat Hormuz
KARYAMEDIA, INTERNASIONAL – Posisi Indonesia di jalur pelayaran dunia kembali menjadi sorotan. Jepang menilai, peran strategis Indonesia dalam menjaga keamanan Selat Malaka kini semakin krusial, bahkan disandingkan dengan pentingnya Selat Hormuz di Timur Tengah.
Selat Malaka dikenal sebagai salah satu jalur perdagangan tersibuk di dunia yang menghubungkan Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Jalur sempit ini menjadi lintasan utama distribusi energi dan barang global, sehingga stabilitasnya menjadi kepentingan bersama banyak negara.
Charge de Affaires Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, Mitsuru Myochin, menegaskan bahwa Indonesia memiliki posisi dominan di kawasan tersebut. Secara geografis, Indonesia menguasai sebagian besar wilayah Selat Malaka, yang membuat perannya tak tergantikan dalam menjaga keamanan jalur vital itu.
“Ada dua choke point utama di dunia, yakni Selat Hormuz dan Selat Malaka. Indonesia berada di bagian terbesar Selat Malaka, sehingga perannya sangat penting,” ujar Myochin di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Sebagai bentuk dukungan konkret, Jepang memberikan hibah kapal patroli cepat kepada Angkatan Laut Republik Indonesia. Bantuan ini merupakan bagian dari skema baru Official Security Assistance (OSA), yang memungkinkan Jepang menyalurkan bantuan langsung di sektor pertahanan.
Berbeda dengan skema sebelumnya, Official Development Assistance (ODA) yang fokus pada sektor sipil, OSA membuka ruang kerja sama militer secara langsung, khususnya dalam penguatan keamanan maritim.
Tak hanya itu, Jepang juga terus mendukung penguatan Badan Keamanan Laut (Bakamla) melalui pengadaan kapal patroli berukuran besar serta pembangunan infrastruktur pelabuhan, terutama di wilayah pulau terluar Indonesia.
Langkah ini bertujuan menjaga supremasi hukum dan kebebasan navigasi di Selat Malaka, sekaligus memperkuat stabilitas kawasan Indo-Pasifik. Jepang pun mendorong peningkatan interoperabilitas antara pasukan pertahanan kedua negara sebagai upaya pencegahan konflik.
“Kami ingin memperkuat kerja sama dan interoperabilitas antara pasukan Jepang dan Indonesia. Ini penting untuk mencegah konflik di kawasan,” tutup Myochin. (Sumber CNBC).
