Iran Siapkan Tarif Selat Hormuz, Rusia dan Sekutu Dapat Pengecualian
KARYAMEDIA, INTERNASIONAL — Pemerintah Iran disebut tengah menyiapkan kebijakan khusus terkait lalu lintas kapal di Selat Hormuz, dengan memberikan keringanan bagi negara-negara yang dianggap sebagai mitra dekatnya, termasuk Rusia.
Informasi tersebut disampaikan oleh Duta Besar Iran untuk Rusia, Kazem Jalali, dalam keterangannya kepada kantor berita RIA Novosti yang kemudian dikutip Al Jazeera. Jalali mengungkapkan bahwa saat ini pengecualian memang telah diberikan kepada sejumlah negara, meskipun belum ada kepastian bagaimana kebijakan tersebut akan berkembang ke depan.
Ia menambahkan, Kementerian Luar Negeri Iran masih berupaya memaksimalkan skema pengecualian tersebut, terutama bagi negara-negara sahabat seperti Rusia.
Di sisi lain, Teheran tetap menggulirkan rencana untuk mengenakan tarif kepada kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Namun, kebijakan ini tidak akan berlaku bagi negara tertentu, seperti China, Rusia, dan Pakistan, yang masuk dalam kategori mitra strategis.
Dalam proposal perdamaian yang diajukan Iran, pengendalian Selat Hormuz disertai wacana penarikan tarif hingga mencapai 2 juta dolar AS. Meski demikian, rencana tersebut belum mendapat pengakuan dari Amerika Serikat.
Situasi di kawasan itu sendiri masih dipengaruhi ketegangan pasca serangan gabungan AS-Israel pada akhir Februari lalu. Sejak saat itu, Iran memperketat pengawasan jalur pelayaran, termasuk mewajibkan kapal untuk berkoordinasi dengan pihak militer sebelum melintas.
Tidak hanya itu, sejumlah kapal juga dilaporkan harus membayar biaya tambahan untuk memperoleh jalur pelayaran yang aman. Kebijakan ini memicu kritik dari berbagai pihak internasional karena dinilai bertentangan dengan ketentuan hukum laut internasional (UNCLOS). Meski demikian, banyak operator kapal diperkirakan tetap mengikuti aturan tersebut demi menjaga keselamatan pelayaran.
Laporan dari The Straits Times yang mengutip data Llyod’s melalui situs Kementerian Perdagangan China menyebutkan bahwa sejumlah kapal bahkan telah membayar tarif hingga 2 juta dolar AS untuk melintas.
Sebagai salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia, Selat Hormuz memiliki peran strategis karena dilalui sekitar 20 persen distribusi minyak dan gas global. (Int)
