Dilaksanakan Dua Hari, Anang Minta Job Fair Bukan Sebagai Penggugur Syarat Bagi Perusahaan
KARYAMEDIA, BERAU – Pelaksanaan Job Fair 2026 yang digelar dua hari, yakni Rabu dan Kamis (29-30/7) di SM Tower,Jalan Teuku Umar, Tanjung Redeb, diikuti sebanyak 23 manajemen perusahaan dari berbagai sektor.
Kepada Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau, Anang Saprani mengaku, untuk pelamar yang sudah mendaftar melalui online menyentuh angka 2.664 pelamar. Angka ini kemungkinan akan bertambah.
“Dari 23 itu dipastikan akan bertambah, biasa hari H ada manajemen baru,” ungkapnya, Selasa (28/7).
Anang menjelaskan, 23 perusahaan yang mendaftar tersebut tidak hanya bergerak di bidang pertambangan dan perkebunan saja. Namun ada beberapa waralaba, restoran dan hotel, serta beberapa kafe.
“Ini baru pertama ada sektor lain ikut,” ujarnya.
Ia menegaskan pelaksaan job fair ini tidak hanya menggugurkan kewajiban dari Disnakertrans, namun juga perusahaan wajib untuk menerima pelamar sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Bagi pelamar yang juga tidak diterima, agar bisa dihubungi oleh manajemen.
Anang menegaskan, banyak laporan masuk ke dirinya, baik melalui WhatsApp ataupun medsos Disnakertrans, terkait banyak pelamar telah melakukan berbagai tes namun tidak ada kelanjutan.
“Maksud saya, mau diterima atau tidak tetap dihubungi, agar pelamar tidak menunggu,” tegasnya.
“Misal gagal di kesehatan, diberi tahu saja kepada pelamar,” tambahnya.
Pelaksanaan job fair kali ini, tidak hanya diikuti oleh perusahaan dari Berau saja. Namun ada perusahaan dari luar Berau yang membuka lowongan kerja (loker) di Berau. Anang menekankan, agar perusahaan luar Berau yang membuka loker di Berau mengutamakan masyarakat ber-KTP Berau.
“Sudah saya sampaikan, dan mereka setuju,” katanya.
Di sisi lain, ia menyinggung soal perusahaan yang banyak sub kontraktornya juga diharapkan melaporkan tenaga kerja. Hal ini bertujuan juga untuk tertib administrasi dan apabila ke depan ada masalah, bisa diproses dengan baik.
“Perusahaan yang enggan memberikan data, akan ditegur, mulai dari bupati hingga ke provinsi,” tegasnya.
Anang berharap, agar kegiatan job fair dimanfaatkan sebaik mungkin, selain itu, pembukaan loker tetap dilakukan apabila ada kesempatan
“Tetap update jangan ditutup-tutupi,” paparnya.
Disinggung mengenai job desk untuk penyandang disabilitas, Anang menegaskan, bahwa ada juga loker yang sudah disiapkan.
“Itu ada, kami sudah sampaikan ke manajemen, sesuai amanat Perda 8/2018 tentang Perlindungan Tenaga Kerja Lokal,” tutupnya. (/tim)
