Berawal dari Chat WhatsApp, Dua Kelompok Pemuda di Kecamatan Pulau Derawan Baku Hantam
2 mins read

Berawal dari Chat WhatsApp, Dua Kelompok Pemuda di Kecamatan Pulau Derawan Baku Hantam

KARYAMEDIA, BERAU – Dua kelompok remaja tanggung di Kecamatan Pulau Derawan, memilih menyelesaikan permasalahan yang ada dengan berkelahi di jalan poros Kampung Kasai – Teluk Semanting. Bahkan aksi mereka sempat viral di media sosial.

Kapolsek Pulau Derawan, AKP Iwan Purwanto, mengatakan seluruh remaja yang terlibat dalam video perkelahian tersebut telah berhasil diidentifikasi dan diamankan.

“Setelah berhasil diidentifikasi, kami langsung mengamankan remaja-remaja yang berkelahi di dalam video itu,” ujarnya.

Rupanya, duel tersebut bukan terjadi begitu saja. Semua bermula dari pesan WhatsApp yang isinya lebih mirip undangan pertandingan tinju daripada ajakan berdamai.

Pada Kamis (25/6/2026) sekitar pukul 18.00 Wita, remaja berinisial RY mengirim pesan kepada IK yang berbunyi, “Ayo sini solo vs solo, banci kalau kau tidak mau.”

Tantangan itu langsung diterima. Bukannya saling blokir kontak atau memilih mengobrol baik-baik, keduanya justru sepakat bertemu di jalan poros Kampung Kasai–Teluk Semanting pada Jumat (26/6/2026) malam.

Sekitar pukul 21.00 Wita, IK datang bersama dua rekannya, AF dan RI. Di lokasi, RY ternyata sudah lebih dulu menunggu bersama beberapa temannya.

Yang semula dijanjikan duel satu lawan satu, mendadak berubah format. Selain berhadapan dengan IK, RY juga meminta AF berduel dengan RI. Alhasil, dua pasangan remaja pun saling adu pukul di lokasi, bak pertandingan yang jadwalnya sudah disusun.

Beruntung, sebelum “babak berikutnya” dimulai, dua warga sekitar datang melerai. Para remaja itu kemudian membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing.

Tak lama berselang, tepatnya Jumat (26/6/2026) sekitar pukul 10.30 Wita, keluarga IK memilih jalur yang lebih benar dengan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pulau Derawan.

Dari hasil penyelidikan, polisi mengungkap persoalan ini dipicu tuduhan pencurian telepon genggam. IK merasa tidak terima dituduh mencuri HP, lalu balik menuduh RY. Adu mulut pun berubah menjadi adu otot.

Kini, bukannya mendapat gelar juara, para remaja itu justru harus memberikan keterangan kepada penyidik. Polisi pun mengingatkan agar persoalan antarremaja diselesaikan dengan musyawarah, bukan dengan duel yang ujung-ujungnya sama-sama merugi. (/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *