Bearing Nyangkut 10 Hari di Kemaluan, Pria 30 Tahun Asal Samarinda Berakhir di Meja Operasi
2 mins read

Bearing Nyangkut 10 Hari di Kemaluan, Pria 30 Tahun Asal Samarinda Berakhir di Meja Operasi

KARYAMEDIA, SAMARINDA – Ada-ada saja kejadian yang harus ditangani petugas Damkar Samarinda.

Biasanya berjibaku dengan api atau evakuasi hewan liar, kali ini petugas justru dibuat geleng kepala setelah seorang pria datang meminta bantuan karena alat kelaminnya tersangkut bearing motor.

Peristiwa unik sekaligus bikin miris itu terjadi di Posko 5 Damkar Samarinda Seberang. Pria berinisial R (30) datang sendiri sambil menahan sakit akibat pembengkakan parah yang dialaminya.

Personel Damkar Posko 5 Regu 1 Samarinda Seberang, Novan, mengatakan awalnya korban terlihat malu-malu saat tiba di posko. Namun setelah memberanikan diri bicara, petugas langsung kaget mendengar permintaannya.

“Dia datang sendiri, bilang minta tolong bearing yang nyangkut di kemaluannya dilepas,” ujar Novan, Sabtu (23/5/2026).

Saat diperiksa, kondisinya ternyata sudah cukup serius. Bagian alat kelamin korban membengkak hingga memerah, dan kulit bagian dalam mulai terluka akibat terjepit bearing motor.

“Kulit bagian dalamnya sudah mulai terkupas dan menempel di bearing bagian luar. Memang sudah parah sekali,” katanya.

Petugas sempat mencoba membantu penanganan awal. Namun karena kondisinya terlalu parah, korban akhirnya dirujuk ke rumah sakit untuk menjalani operasi.

“Dari dokter spesialis mengtakan harus menjalani operasi besar, karena ada pembuluh darah yang harus disambung akibat pembengkakan,” jelasnya.

Menurut pengakuan korban, benda tersebut dipasang hanya karena “iseng”. Sayangnya, rasa penasaran yang kelewat batas itu justru berujung petaka.

Korban bahkan menahan sakit lebih dari 10 hari tanpa berani bercerita kepada keluarga maupun mencari bantuan medis.

“Keluarganya saja kaget saat kami hubungi. Kami juga heran, padahal usia korban itu sudah dewasa,” ujarnya.

Kisah ini pun menjadi pengingat bahwa tidak semua rasa penasaran harus dicoba. Apalagi, jika eksperimennya melibatkan benda-benda yang jelas bukan peruntukannya.

Kejadian ini juga menjadi pelajaran penting, agar masyarakat tidak melakukan tindakan berbahaya hanya karena iseng atau ikut-ikutan tren aneh.

Belakangan diketahui, pihak keluarga menyebut korban memiliki riwayat ODGJ yang sewaktu-waktu bisa kambuh. Meski begitu, petugas berharap kejadian serupa tidak terulang lagi.

“Kita tidak tahu saat itu seperti apa kondisinya. Dugaan kami, bearing itu dipasang saat penyakitnya kambuh,” pungkasnya. (/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *