Asyik Memancing, Musakkar Nyaris Kehilangan Nyawa Akibat Disambar Buaya
1 min read

Asyik Memancing, Musakkar Nyaris Kehilangan Nyawa Akibat Disambar Buaya

KARYAMEDIA, BERAU – Serangan buaya di Sungai Sei Agung, Kampung Gunung Sari, Kecamatan Segah, yang terjadi ada Kamis (30/7/2026) siang lalu, hingga kini masih menjadi buah bibir masyarakat.

Bagaimana serangan itu terjadi, dan bagaimana korban yang bernama lengkap Musakkar (30) bisa lepas dari serangan mematikan itu.

Kasi Humas Polres Berau, AKP Suradi, mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 Wita. Saat itu Musakkar bersama tiga rekannya sedang memancing di tepi Sungai Sei Agung.

“Tiba-tiba korban diterkam seekor buaya dan ditarik ke dalam sungai,” ujar Suradi.

Dalam kondisi panik, Musakkar berusaha mempertahankan diri dengan berpegangan pada batang pohon yang berada di tepi sungai, sambil berteriak meminta pertolongan.

Teriakan itu langsung didengar dua rekannya yang berada tidak jauh dari lokasi. Tanpa berpikir panjang, keduanya berupaya menyelamatkan korban dengan menyerang buaya menggunakan parang.

“Kedua rekannya menebas bagian kepala buaya menggunakan parang yang membuat gigitan buaya terlepas,” jelasnya.

Dengan cepat, korban dievakuasi oleh kedua rekannya ke tempat aman dan langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Akibat serangan tersebut, Musakkar mengalami luka gigitan cukup serius di bagian kaki hingga paha kiri.

“Korban juga mengalami luka di bagian punggung akibat gigitan buaya,” katanya.

Setelah mendapatkan penanganan awal, korban kemudian dirujuk ke RSUD dr Abdul Rivai Tanjung Redeb, untuk menjalani perawatan lebih lanjut.

Suradi mengungkapkan, lokasi kejadian memang diketahui rawan kemunculan buaya. Bahkan, beberapa hari sebelumnya, seorang pemancing lain juga dilaporkan menjadi korban serangan buaya di sungai yang sama.

“Korban sebelumnya juga selamat, namun mengalami luka robek pada bagian kaki akibat gigitan buaya,” katanya.

Polres Berau mengimbau masyarakat, agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sepanjang Sungai Sei Agung maupun kawasan perairan lain yang menjadi habitat buaya.

“Benar ada dua korban, dua-duanya berhasil selamat,” pungkasnya. (/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *