Pesta Lesung Osap Tidak Dihadiri Pimpinan Daerah, Madri Akui Kecewa
1 min read

Pesta Lesung Osap Tidak Dihadiri Pimpinan Daerah, Madri Akui Kecewa

KARYAMEDIA, BERAU – Ketua DPRD Berau Periode 2019-2024, Madri Pani, tampak kecewa pada saat pelaksaan pesta adat Lesung Osap, di Kampung Bena Baru, Kecamatan Sambaliung, Kamis (21/5).

Kekecewaan itu berawal dari tidak hadirnya Bupati Berau Sri Juniarsih, Wakil Bupati Berau Gamalis, Sekretaris Daerah, Muhammad Said, hingga Camat Sambaliung dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau. Dan yang hadir hanya Assisten I Sekkab Berau, Hendratno.

“Saya yakin masyarakat kecewa,” ujarnya.

Ketidakhadiran pimpinan daerah ini dikatakan Madri Pani, sangat mengecewakan masyarakat. Terlebih, semua pesta telah dipersiapkan jauh hari untuk menampilkan yang terbaik. Apalagi diketahui bupati Berau selalu gembar gembor soal peningkatan pariwisata baik budaya maupun alam.

“Setidaknya hadir, kasihan masyarakat sudah menunggu,” paparnya.

Madri menambahkan, sebagai orang nomor satu di Berau, minimal menugaskan wabup atau camat untuk hadir, bahkan ketidakhadiran Disdbudpar menjadi pertanyaan bagi dirinya, apakah Pemkab Berau serius untuk memajukan pariwisata bahari yang ada di Bumi Batiwakkal.

“Jika serius, ayo bersama-sama majukan pariwisata kita. Kenalkan ke seluruh dunia,” katanya.

Lebih lanjut, Madri berharap agar hal ini bisa dijadikan pelajaran untuk pimpinan daerah. Mengingat agenda ini rutin diadakan setiap tahun. Tentu ia berharap, agar bupati maupun wakil bupati bisa meluangkan waktu untuk duduk bersama dengan masyarakat dan menikmati pesta adat tersebut.

“Semoga tidak rerjadi lagi,” katanya.

Lebih lanjut, Madri menambahkan, Bena Baru dikenal sebagai Kampung Budaya. Seharusnya dengan status seperti itu ada tanggung jawab bagi pimpinan untuk menaruh perhatian lebih. Meskipun ia akui, keadaan ekonomi masyarakat tengah lesu, namun pesta Lesung Osap tetap dilaksanakan, sebagai upaya kampung menarik wisatawan datang.

“Bukan hanya dana yang dikeluarkan masyarakat tapi juga pikiran dan tenaga demi acara ini,” paparnya.

Ia juga menyayangkan bantuan dari pihak ketiga yang dianggap minim. Disaat APBD merosot, seharusnya pihak ke tiga bisa memberikan porsi lebih.

“Kan tidak semua kampung di Berau lingkar tambang,” tutupnya. (/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *