Disdik Berau Jemput Bola Tekan Angka Anak Tak Sekolah, Tujuh Warga Batu-Batu Daftar Program Kesetaraan
KARYAMEDIA, BERAU– Upaya menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) terus digencarkan Dinas Pendidikan (Disdik) Berau.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah, program jemput bola dengan mendatangi langsung kampung-kampung untuk membuka layanan pendaftaran pendidikan kesetaraan.
Program tersebut kali ini menyasar Kampung Batu-Batu, Kecamatan Gunung Tabur. Hasilnya, antusiasme masyarakat cukup tinggi. Sebanyak tujuh warga langsung mendaftarkan diri untuk mengikuti Program Pendidikan Kesetaraan, mulai dari Paket A setara Sekolah Dasar (SD), Paket B setara Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Paket C yang setara Sekolah Menengah Atas (SMA).
Kepala Dinas Pendidikan Berau, Mardiatul Idalisah, mengatakan, masih ada sejumlah warga lainnya yang saat ini tengah menjalani proses pendataan dan diproyeksikan akan bergabung dalam program tersebut.
“Program jemput bola ini merupakan salah satu upaya kami memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang belum sempat menyelesaikan pendidikan formal karena berbagai alasan,” katanya, Senin (6/7/2026).
Menurutnya, dengan menghadirkan layanan langsung ke kampung, masyarakat tidak lagi kesulitan mengakses informasi maupun proses pendaftaran pendidikan kesetaraan. Pendekatan ini juga dinilai lebih efektif dalam menjangkau warga yang selama ini belum tersentuh layanan pendidikan.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Berau untuk memastikan setiap warga memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan.
Melalui Program Pendidikan Kesetaraan, masyarakat yang pernah putus sekolah tetap memiliki peluang mendapatkan ijazah yang setara dengan pendidikan formal sesuai jenjang yang diikuti.
“Kami ingin memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk kembali melanjutkan pendidikan. Dengan begitu, mereka memiliki peluang yang lebih baik dalam meningkatkan kualitas hidup maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan jemput bola di Kampung Batu-Batu turut mendapat dukungan dari Pemerintah Kampung Batu-Batu bersama Unit Pelaksana Teknis Sanggar Kegiatan Belajar (UPT SPNF SKB) Berau. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci keberhasilan pendataan, sosialisasi, hingga pendaftaran peserta di lapangan.
Mardiatul menyebut tingginya antusiasme warga menunjukkan kebutuhan terhadap layanan pendidikan nonformal di tingkat kampung masih cukup besar. Karena itu, Disdik Berau berkomitmen memperluas pelaksanaan program serupa ke kampung-kampung lainnya.
“Harapan kami, semakin banyak masyarakat yang kembali melanjutkan pendidikan melalui pendidikan kesetaraan sehingga memiliki kesempatan yang lebih baik untuk meraih cita-cita dan meningkatkan kualitas hidup,” pungkasnya. (/tim)
