Diterkam Buaya Saat Menyelam Cari Kerang, Nelayan Maratua Tewas di Danau Kuku
2 mins read

Diterkam Buaya Saat Menyelam Cari Kerang, Nelayan Maratua Tewas di Danau Kuku

KARYAMEDIA, BERAU – Nyari kerang bersama istri di kawasan Danau Kuku (Banban), Kampung Teluk Harapan, Kecamatan Maratua, Saifuddin (40), tewas diterkam buaya, Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 14.00 Wita.

Korban diketahui berangkat menuju lokasi sekitar pukul 13.00 Wita bersama sang istri. Setibanya di danau, Saifuddin langsung menyelam untuk mengumpulkan kerang, sementara istrinya menunggu di tepi danau.

Kapolres Berau melalui Kasi Humas Polres Berau, AKP Suradi, menjelaskan, korban sempat dua kali menyelam dan kembali ke permukaan dalam keadaan selamat. Melihat waktu yang sudah cukup, sang istri meminta agar mereka segera pulang.

“Istrinya sempat mengajak pulang, namun korban meminta izin untuk menyelam satu kali lagi,” ujar AKP Suradi, Minggu (5/7/2026).

Namun, penyelaman ketiga menjadi yang terakhir bagi Saifuddin. Saat berada di dalam air, ia tiba-tiba diterkam seekor buaya berukuran besar.

Teriakan korban memecah keheningan danau, membuat sang istri panik dan berlari mendekati lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan.

Meski berusaha sekuat tenaga, upaya penyelamatan tak membuahkan hasil. Tangan korban sempat terlihat di permukaan air, tetapi gagal diraih sebelum buaya menyeretnya ke tengah danau.

“Korban sempat muncul dua kali ke permukaan sebelum akhirnya hilang tenggelam setelah diseret buaya,” katanya.

Dalam kondisi syok, istri korban berlari menuju permukiman warga untuk meminta bantuan. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada Polsek Maratua, yang langsung bergerak bersama personel TNI dan warga melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.

Saifuddin dikenal sebagai nelayan yang sehari-hari menggantungkan hidup dari hasil laut dan danau, untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Menurut Suradi, insiden tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat, khususnya nelayan dan warga pesisir. Agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan perairan yang menjadi habitat buaya liar.

“Bahkan di wilayah Maratua juga ada buaya, jadi harus hati-hati dan waspada,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Hermansyah, mengatakan berdasarkan informasi yang diterimanya, kejadian serangan buaya terhadap manusia di Kecamatan Maratua baru pertama kali terjadi.

“Di wilayah Maratua, menurut data yang kami miliki, ini merupakan kejadian pertama predator buaya menerkam warga,” ungkapnya.

Meski selama ini Maratua dikenal relatif aman dari insiden serupa, Hermansyah mengingatkan masyarakat agar tidak lengah saat beraktivitas di perairan.

BPBD Berau juga akan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, aparat keamanan, dan tim gabungan untuk mengidentifikasi keberadaan buaya yang menerkam korban, sebagai langkah pencegahan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan tim gabungan di Maratua. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi,” pungkasnya. (/TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *