Balai Adat Sunta Butuh “Lirikan” Pemerintah, Masyarakat Minta Realisasi Janji Bupati
KARYAMEDIA, BERAU – Keberadaan Balai Adat Sunta di Kampung Tumbit Dayak, Kecamatan Sambaliung, memiliki peran vital, bagi masyarakat Dayak Gaai.
Bukan hanya sekadar bangunan, namun simbol, wadah masyarakat melaksanakan berbagai kegiatan adat. Perbaikan bagian yang rusak, sangat diharapkan masyarakat, guna terus memperpanjang budaya yang telah ada ribuan tahun.
Kepala Adat Suku Dayak Gaai Tumbit Dayak, Muksin menfatakan, balai tersebut sudah cukup lama dan butuh perbaikan dari pemerintah.
“Kami sampaikan beberapa permohonan kepada pemerintah daerah. Salah satunya pelebaran balai adat, agar dapat menampung kegiatan adat dan musyawarah warga dengan lebih banyak,”katanya.
Dikatakannya, pelebaran balai adat ini sempat mengemuka bahkan dijanjikan oleh bupati akan dibangun pada akhir 2023 lalu. Namun hingga hari ini belum terlaksana.
“Kita masih menunggu hal itu. Karena balai adat ini sangat penting. Dan pelebaran yang dimaksud juga bertujuan agar lebih banyak lagi yang bisa masuk saat gelaran acara adat,” tambahnya.
Kampung Tumbit Dayak yang menjadi salah satu kampung wisata di Berau ini, seharusnya juga memiliki balai adat dengan daya tampung yang lebih besar. Pasalnya, banyak wisatawan yang datang saat gelaran event tahunan.
“Selain itu, kami juga berharap ada penimbunan area balai adat, agar tidak tergenang ketika banjir datang dan nyaman digunakan pada acara atau saat acara seperti saat ini,” harap Muksin. (/tim)
