Sakirman Minta Disdik Tegas Terhadap Siswa Titipan dan Pungli di SPMB
KARYAMEDIA, BERAU – Menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, Anggota DPRD Berau, Sakirman, mengingatkan agar seluruh proses seleksi berjalan transparan, objektif, dan bebas dari praktik-praktik yang dapat merugikan calon peserta didik.
Menurutnya, penerimaan siswa baru bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi pintu awal bagi anak-anak untuk memperoleh hak pendidikan secara adil dan setara.
“Panitia harus menjalankan tugas secara profesional dan berpedoman pada aturan yang berlaku,” ujarnya.
Sakirman meminta, Pemkab Berau dan seluruh penyelenggara SPMB melakukan pengawasan ketat, sejak tahap pendaftaran hingga pengumuman hasil seleksi.
“Jangan sampai ada masyarakat yang merasa dirugikan akibat proses yang tidak sesuai ketentuan,” katanya.
Ia juga menyoroti, persoalan yang kerap muncul setiap musim penerimaan siswa. Seperti dugaan titipan siswa, intervensi pihak tertentu, hingga manipulasi data yang dapat memengaruhi hasil seleksi.
“Pendidikan harus menjadi ruang yang adil untuk semua anak. Jangan sampai ada yang kehilangan kesempatan hanya karena perlakuan khusus atau permainan oknum,” tegasnya.
Selain pengawasan dari pemerintah dan sekolah, Sakirman mendorong masyarakat dan orang tua untuk aktif mengawasi pelaksanaan SPMB.
Ia mengingatkan bahwa, Dinas Pendidikan telah menyediakan saluran pengaduan bagi masyarakat yang menemukan indikasi pelanggaran.
“Manfaatkan saluran pengaduan yang sudah disediakan jika ada hal yang dianggap tidak wajar,” katanya.
Sakirman berharap pelaksanaan SPMB 2026/2027 di Kabupaten Berau dapat menjadi contoh penerimaan peserta didik yang bersih, profesional, serta bebas dari pungutan liar maupun intervensi tidak sehat.
“Kita harapkan SPMB tahun ini bersih dari praktik pungli dan intervensi, demi mewujudkan keadilan pendidikan bagi seluruh anak daerah,” pungkasnya.(/tim)
